Hasta Padang-Himpunan Alumni Sekolah Teknologi dan Analis Padang

Polls

Apakah Milis Hasta Padang Perlu ada aturan agar lebih tertib atau tidak
 

Total Users

270 registered
0 today
0 this week
14 this month
Last: sulaiman
Home arrow Artikel
Artikel
Kekhawatiran industri kimia tentang kepresidenan Obama PDF Print E-mail
User Rating: / 0
Written by Administrator   
Saturday, 15 November 2008

Kekhawatiran industri kimia tentang kepresidenan Obama
Oleh Soetrisno

Respon hati-hati industri kimia terhadap terpilihnya Barack Obama sebagai presiden Amerika Serikat yang ke-44 bertentangan dengan penerimaan antusias yang dia dapatkan dari para kimiawan.

Dewan Kimia Amerika (ACC), sebuah kelompok perdagangan utama yang mewakili perusahaan-perusahaan kimia, khawatir karena agensi-agensi peraturan Amerika Serikat seperti Agensi Perlindungan Lingkungan (EPA) akan lebih agresif membuat peraturan-peraturan untuk mengontrol, atau lebih mengurangi emisi dibawah pemerintahan Obama.

"Kami akan menantikan untuk melihat apakah mereka terlalu berlebihan dalam memberikan beban peraturan terhadap industri kami sehingga akan membuat kami tidak kompetitif dalam pasar internasional ini," papar Cal Dooley, Presiden dan CEO ACC ke Chemistry World.

Sebenarnya, obama telah menetapkan salah satu target yang akan dicapai yakni pengurangan emisi karbon sebanyak 80 persen pada tahun 2050. Secara khusus, dia berencana untuk mulai mengurangi emisi dalam waktu dekat dengan menetapkan "target-target pengurangan emisi tahunan yang ketat" dan mengimplementasikan sebuah perintah untuk mengurangi emisi menjadi sebesar tingkat emisi tahun 1990 pada tahun 2020 mendatang.

Akan tetapi, Dooley menekankan diperlukannya "pendekatan yang sangat bijaksana" untuk mengatasi emisi gas rumah kaca. Dia ingin memastikan bahwa presiden baru tersebut memberikan pertimbangan yang memadai bagi industri kimia, yang menggunakan banyak gas alami dan produk-produk petroleum sebagai sebuah stok dasar untuk material dan teknologi.

Mood anti-bisnis

Asosiasi Distributor Kimia Nasional Amerika Serikat (NACD) juga selalu mengikuti perkembangan aparat pembuat peraturan. "Mood yang ada di Washington merupakan mood yang paling anti-bisnis yang pernah saya lihat dalam 15 tahun terakhir," kata Chris Jahn, presiden dan CEO NACD. Mood tersebut cenderung lebih banyak mengatur dan menaikkan pajak, dan kami sangat khawatir tentang ini."

Sementara itu, sebuah suasana yang sangat berbeda terjadi di Komunitas Kimia Amerika (ACS), organisasi profesional yang mewakili para kimiawan, insinyur kimia, dan ilmuwan-ilmuwan dalam bidang-bidang terkait.

"Pemilihan ini merupakan sebuah peristiwa menarik dan menentukan yang menandakan hal-hal yang sangat baik untuk sains Amerika Serikat ke depannya, khususnya kimia," papar pengurus ACS Glenn Ruskin ke Chemistry World. "Kita memiliki harapan untuk lebih berkembang - terdapat spirit antusiasme dan komitmen baru".

Para kimiawan akademik terdorong oleh janji Obama untuk memberikan anggaran penelitian bagi agensi-agensi sains kunci seperti Institut Kesehatan Nasional (NIH), Yayasan Sains Nasional dan Departemen Energi yang akan dilipatgandakan dalam waktu 10 tahun yang akan datang. Ketiga agensi yang diprioritaskan ini merupakan salah satu dari jalur dimana pemerintah Amerika Serikat banyak mendanai bidang kimia.

Dukungan pemerintah pusat untuk sains telah meningkat di semua lini selama masa pemerintahan George W. Bush, periode 2001 sampai 2004. Era tersebut merupakan era keemasan bagi penelitian biomedik dengan adanya kucuran dana anggaran dua kali lipat untuk NIH selama lima tahun, dan agensi-agensi sains domestik lainnya juga mengalami peningkatan anggaran yang signifikan. Tetapi kebanyakan agensi penelitian pusat mulai mengalami trend yang jalan di tempat atau menurun selama periode kedua pemerintahan George W. Bush, yang berakhir 20 Januari 2009. Perkembangan negatif ini sebagian besar disebabkan oleh defisit nasional yang terus meningkat dan determinasi Bush untuk mengekang pengeluaran domestik.

Tetapi ada harapan bahwa Obama bisa membantu membalikkan keadaan ini untuk pihak ilmiah Amerika Serikat, dan kimia khususnya. "Kesinambungan suplai para kimiawan Amerika Serikat bisa terhenti, dan pendanaan Amerika Serikat terhadap penelitian kimia dan infrastruktur akan tetap berada di bawah tekanan," kata Ruskin ACS mengingatkan. "Tetapi banyak dari tekanan tersebut bias dihilangkan jika anggaran yang ada dilipatduakalikan dalam jangka periode sepuluh tahun, sebagaimana yang diusulkan Obama."

Pengaruh Bush

Secara keseluruhan, para kimiawan Amerika Serikat juga berharap agar Obama bisa mengembalikan integritas dalam proses pengambilan keputusan ilmiah pemerintah Amerika serikat. Pemerintahan Bush telah banyak dimasuki unsur publik dan Kongres untuk mengambil langkah-langkahyang dapat memperlemah peraturan-peraturan lingkungan yang mengatur pelepasan zat kimia ke udara dan air. Pemerintahan Bush juga telah dituduh mengakomodasi kepentingan-kepentingan perusahaan, termasuk yang berkecimpung di industri kimia, yang memiliki pengaruh yang tidak semestinya dalam pengambilan keputusan ilmiah di agensi-agensi seperti EPA.

Pemerintahan yang telah lalu juga telah dikritik karena dianggap menentang Undang-Undang Udara Bersih dengan menetapkan standar kabut yang tidak memenuhi rekomendasi-rekomendasi ilmiah, dengan mencoba untuk mempermudah aturan-aturan tentang polusi industri, dan berdalih tentang peraturan-peraturan gas rumah kaca. Untuk standar air, Gedung Putih dikritik pada bulan September karena tanpa bukti menuduh EPA tidak membuat standar keamanan bagi perklorat kimia yang kontroversial dalam air minum masyarakat.

Untuk inilah, Obama telah berjanji untuk mendengarkan pendapat para ahli yang duduk di komite penasehat agensi pusat dan "membalikkan upaya pemerintah Bush untuk menodai standar air dan udara bersih negara." Dia juga ingin membalikkan batasan-batasan Bush di tahun 2001 tentang pendanaan federal untuk penelitian sel batang embrionik.

Akan tetapi, masih belum jelas apakah Obama bisa mewujudkan janji-janji yang dilontarkannya saat kampanye. Perhatian dan sumberdayanya bisa dialihkan oleh tindakan militer di Irak dan Afghanistan, dan krisis ekonomi yang mengarah pada rencana penyelamatan federal sebesar $700 milyar untuk institusi-institusi finansial yang bermasalah di Amerika.

Lonjakan Harga Minyak Dunia Berimbas Pada IT PDF Print E-mail
User Rating: / 0
Written by Administrator   
Saturday, 15 November 2008

Melambungnya harga minyak bumi akhir-akhir ini tentunya banyak menimbulkan kekhawatiran hampir di semua bidang industri, termasuk Teknologi Informasi. Teknologi Informasi sendiri merupakan salah satu bidang vital di dunia yang juga menjadi tulang punggung hampir semua bidang usaha yang ada. Betapa tidak, saat ini semua bidang usaha, mulai dari skala kecil di pedesaan maupun skala internasional di dunia mengandalkan Teknologi Informasi dalam pengembangan dan penanganan bisnisnya sehari-hari. Jadi kita semua pasti sepakat, bahwa kedua hal ini pasti akan saling berpengaruh pada perkembangannya. Disatu sisi minyak bumi merupakan kebutuhan yang tidak tertawar lagi yang menggerakkan semua sektor industri maupun kepentingan publik. Seperti yang kita tahu, olahan dari minyak bumi ini sangat beragam dan dipergunakan di semua lini kehidupan. Itulah mengapa banyak pihak yang berkepentingan atas komoditas ini, karena disamping nilainya yang menjanjikan, minyak bumi merupakan komoditas yang bernilai ekonomis sekaligus politis.

Seiring dengan kenaikan harga minyak bumi akhir-akhir ini, berbagai bidang usaha mulai menuai kepanikan, diantaranya bidang teknologi informasi. Walaupun menurut Menteri Keuangan Indonesia tidak perlu panik menghadapi hal ini dengan alasan akan berimbangnya pengeluaran yang disertai penerimaan yang juga akan meningkat dari ekspor minyak bumi. Namun seperti yang dikatakan oleh Presiden, sebaiknya kita tetap mewaspadai kenaikan harga minyak ini, terlebih kenaikan yang terjadi saat ini benar-benar di luar estimasi pemerintah. Estimasi pemerintah untuk harga minyak bumi ini sendiri untuk tahun anggaran ini hanya sekitar $60 dollar Amerika, sedangkan yang terjadi adalah harga komoditas ini sempat menembus angka $92 dollar Amerika, walaupun saat ini telah turun pada kisaran $80an dollar Amerika. Tapi hal tersebut bukan berarti harga minyak akan terus mengalami trend penurunan, karena seperti yang kita ketahui, para spekulan masih giat dengan aksi perdagangannya, ditambah sentimen pasar tentang kekhawatiran akan kurangnya supplay minyak bumi pada musim dingin ini, hingga melemahnya nilai tukar dollar Amerika sehingga banyak komoditas negara ini yang juga mengalami penurunan nilai. Dampak dari melemahnya dollar Amerika ini sendiri cukup signifikan terhadap salah satu proyek non profit OLPC (One Laptop Per Child), dimana harga produksi laptop yang semual hanya $100 dollar Amerika, melonjak menjadi hampir dua kali lipat pada kisaran $188 dollar Amerika. Hal ini disebabkan oleh naiknya harga komponen dasar pembuatan seperti silikon dan nikel.

 

 

Read more...
Rumput Laut dan Masa Depan Industri Kertas PDF Print E-mail
User Rating: / 1
Written by Admin   
Friday, 14 November 2008
Kertas merupakan salah satu kebutuhan pokok dari kehidupan manusia. Bisa dibayangkan apa jadinya dunia tanpa kertas, sekolah terhenti, kantor macet dan banyak industri terhambat karena mereka menggunakan kertas sebagai salah satu bagian packing. Berapa banyak buku yang tak bisa tercetak karena tidak adanya kertas? Industri penerbitan akan berhenti total.

Kebutuhan dunia akan kertas ternyata memiliki sisi lain karena produksi  kertas berdampak buruk terhadap Hutan. Bagaimana bisa? Kertas membutuhkan hutan sebagai sumber bahan baku utamanya yaitu kayu. Bisa dibayangkan berapa banyak kayu yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan kertas di negeri ini saja. Sebuah fakta menunjukkan bahwa produksi kertas yang mendukung proses kelahiran manusia-manusia pandai ternyata membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit dari hutan. Dari data produksi tahun 1999,  1 ton pulp memerlukan 4,5 m3 kayu bulat, dan pada tahun tersebut dibutuhkakan 24 juta m3 kayu bulat. Untuk memenuhi kebutuhan itu diperlukan sekitar 300.000 ha hutan alam. Bisa dibayangkan 9 tahun kemudian yaitu di tahun ini (2008) berapa ha hutan yang harus ditebang demi menghasilkan lembar demi lembar kertas.


Read more...
6 Persoalan Hidup Menurut Al-Ghazali PDF Print E-mail
User Rating: / 0
Written by Admin   
Thursday, 19 June 2008

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu ia bertanya kepada mereka, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi menurut Imam Ghozali yang paling dekat dengan manusia adalah "mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Lihat QS. Ali Imran ayat 185)

Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?". Murid -muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "masa lalu". Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Read more...
KEDAHSYATAN SEDEKAH PDF Print E-mail
User Rating: / 1
Written by Admin   
Thursday, 19 June 2008
Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Suatu hari datanglah dua orang akhwat yang mengaku baru kembali dari kampung halamannya di kawasan Jawa Tengah. Keduanya kemudian bercerita tentang sebuah kejadian luar biasa yang dialaminya ketika pulang kampung dengan naik bus antarkota, beberapa hari sebelumnya. Di tengah perjalanan, bus yang ditumpanginya terkena musibah, bertabrakan dengan dahsyatnya. Seluruh penumpang mengalami luka berat. Bahkan para penumpang yang duduk di dekatnya meninggal seketika dengan bersimbah darah. Dari seluruh penumpang tersebut hanya dua akhwat itulah yang selamat dengan tidak terluka sedikit pun.

Read more...
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 9 of 15

Update News

Powered By Our Members (c) ALI UNAN 2004